Jumat, 20 November 2009

Anak kita fitnah..? istri kita juga fitnah..?

Eh.. ada yang mengatakan..
Anak kita itu merupakan fitnah bagi kita...
Istri kita itu juga fitnah bagi kita..
Iya to..? Mereka jadi fitnah bagi kita..? Fitnah yang bagaimana..? Mereka menuduh kita.. mengadu domba kita.. membohongi kita..?

Bukan.. bukan begitu maksudnya..
Kata fitnah di atas dimaksudkan untuk kata fitnah dalam pengertian bahasa arab bukan bahasa Indonesia..

Memang.. dalam bahasa kita.. fitnah itu mempunyai arti menuduh, menyebarkan berita bohong..
seperti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan bahwa fitnah adalah perkataan bohong atau tanpa dasar kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang..

Namun dalam pengertian bahasa arab tidak demikian..

Lalu apa yang dimaksud dengan kata fitnah dalam bahasa arab..?

Kalau kita membuka kamus Arab - Indonesia "Al Munawwir", kita akan mendapatkaan beberapa pengertian dari kata "Fitnah"(bhs .arab) yaitu berarti kesesatan, kekufuran, batu ujian, cobaan, aib, noda, kegilaan, siksaan, penyakit, kegaduhan, kerusuhan, huru-hara serta harta dan anak-anak.

Dari pengertian di atas kiranya kita dapat memahami kalau ada orang yang menyatakan bahwa "anak kita itu fitnah.. istri kita juga fitnah.."

Pengertiannya bagaimana..?

Pengertiannya.. bahwa anak-anak kita itu kadang kala karena kenakalanya, kelakuannya yang sulit diatur, atau hal lain yang diluar kendali kita dapat menjadi cobaan dan ujian bagi kita dalam mengarungi kehidupan ini.. mereka juga dapat menjadi aib dan noda bagi kita kerena mereka selalu dihubungkan dengan kita sebagai orang tuanya.. mereka dapat membuat kita hancur, gila, tersiksa, karena masalah yang ditimbulkan mereka.. bahkan mereka dapat menggiring kita pada kesesatan dan kekafiran kalau kita tak mampu mengendalikan diri.. na'udzu billah min dzalik..

Tentang istri bagaimana..? Istri juga demikian.. mereka karena ulahnya juga bisa menjadi cobaan dan ujian bagi kita.. Mereka jadi aib dan noda..  karena prilaku mereka selalu saja dihubungkan dengan kita sebagai suaminya.. Mereka bisa jadi sumber kehancuran kalau kita selalu menuruti hawa nafsunya yang tidak terkendal..i apalagi kalau kita terlalu cinta kepadanya sehingga membutakan mata hati kita.. bahka mereka juga dapat menyeret kita pada kesesatan dan kekufuran kalau kita tidak mampu memgendalikan mereka dan diri kita masing-masing.. Semoga kita selamat dari itu semua..

Wah.. kok mengerikan sekali..

Ya.. karena yang disebut hanya yang jelek-jelek..

Terus yang baik itu bagaimana..?

Yang baik itu.. kalau anak-anak kita itu shalih-shalih.. Istri kita juga shalihah..
Mereka bisa menjadi "qurrota a'yun" bagi kita.. mereka juga sedap dipandang.. mereka dapat menyejukkan dan menentramkan hati kita.. mereka bisa menjadi motivator dalam meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam kehidupan kita di dunia dan akhirat kelak..

Istri yang shalihah dapat memberikan keturunan yang baik-baik bagi kita, serta dapat mendidik dan membimbing anak-anaknya menjadi anak-anak yang shalih.. Dan anak yang shalih dapat menjadi amal jariah..  yang pahalanya terus mengalir walaupun kita sudah meninggal.. Sehingga mereka dapat menghantarkan kita kepada kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak.. Amin..

Semoga kita termsuk golongan orang-orang yang beruntung.. mempunyai anak dan istri yang shalih-shalih dan sholihah..